Rabu, 19 Oktober 2011

hidup antara suratan dan takdir atau pilihan

manusia hidup ke dunia ini terlahir bukan langsung ada dan tumbuh dan berkembang...

antara idealitas, realitas, dan apalah itu pokokknya...

hari ni saya pingin nulis aja...
berangkat hampir tiap hari atao sekali tempo waktu sering menjumpainya realitas kehidupan yang serba penuh tanda tanya buatku...

ya rabb...ijinkanlah hamba menulis ntuk merenung akan betapa besar karunia dan nikmat yang KAU berikan kepada hamba...

pertama, seorang kakek yang kerjanya tiap hari memikul 2 termos es dengan sandal jepitnya yang khas, berjalan tanpa kenal lelah menyusuri jalan menjajakan jualannya, berangkat pagi pulang petang, walau berjalan gontai memikul 2 termos es di usia senja sekitar 70 tahunan, beliau masih sanggup mencoba memperoleh rizki ILahi dengan segenap tenaga yang tersisa di usia yang senja. ntah berapa hasilnya, karena saya sendiri belum pernah kesampaian ngobrol dan beli apa yang beliau bawa.

ke dua, seorang bapak yang kira-kira usianya 68 tahun, setiap hari berangkat pagi keluar rumahnya berjalan menyusuri jalan desa hingga kota menenteng baki kadang bersama kardus, kadang manggul kardus dan menenteng tas kresek yang tak lain berisi jajanan yang siap di jajakan atau di jual, dengan dandanan yang lusuh dipadu dengan peci yang usianya kira-kira sama usia bapak itu, dengan seolah tanpa mengenal lelah beliau terus berjalan. keheranan saya ketika diujung kota bagian selatan ketemu beliau, ketika pulang kedesa ku ketemu beliaunya, ketika di tengah kota ketemu beliaunya sedang berjalan membawa barang dagangnnya. dalam benakku apa ya...yang di jual bapak tersebut?...kalo melihat kardus mie yang di bwa bapak itu kira-kira bapak itu menjual cemilan, tp blm pernah saya mencoba beli karena pas berpapasan situasinya tidak pas dengan kondisi lalulintas yang ada,
dalam hati ku beliau mampu menghidupi diri sendiri dan kelurga dengan hanya berjualan dan berjalan yang tak kenal panas dan hujan..

ketiga, penjual es dengan nada musik yang khas...
penjual kue putu dengan nada khas nya ...
tuna netra yang menjual jasa tenaganya dengan menjadi tukang pijat, akan tetapi mereka sangat gigih mengikuti perkembangan jaman dan modernisasi dengan teknologi yang tengah berkembang...

Subhanallah...
mereka semua bekerja dari pagi hingga petang berjalan kaki menyusuri jalan dengan segala keterbatasan yang mereka miliki tetep semangat untuk mencari karunia Ilahi dengan cara berdagang dan tidak menistakan diri dengan meminta-minta atau menggantungkan orang lain, bagaimana denga diriku ini?...haruskan saya kalah dengan semangat mereka?...

inilah hidup, apakah ini sebuah pilihan?
apakah ini sebuah takdir?
andaikan memang hidup ini memilih, saya yakin mereka tidak akan memilih seperti keadaan mereka saat ini,

Ya.. Rohman...Ya Rohim...
bukakkan pintu hatiku ini untuk selalu bertaubat dan bertawakkal dalam hidup hamba ya rabb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar